Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2010

Makna Tradisi Tahun Baru Imlek!


Hmm... Tahun Baru Imlek bentar lagi kan? Nah, secara dari kecil saya terbiasa hidup di lingkungan yang notabene "keturunan" jadi ada hal-hal yang memang saya terbiasa melihat dan merasakannya (semoga ada yang kasih kue keranjang - red)... Tahun ini Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 14 Februari 2010, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Imlek, pasti ramai orang berdagang KUE KERANJANG, IKAN BANDENG, dan JERUK SANTANG... Karena terbiasa melihat teman-teman sekitar saya merayakannya, saya jadi sedikit penasaran mengenai tradisi di Tahun Baru Imlek...

KUE KERANJANG
Kue Keranjang atau
Nian Gao menjadi makanan wajib Imlek. Kue ini mendapat nama dari cetakannya yang terbuat dari keranjang. Nian sendiri berarti tahun dan gao berarti kue yang juga terdengar seperti kata tinggi. Oleh karena itu, kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat... Makin ke atas, makin mengecil kue itu, memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu, banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah

"Kue keranjang itu artinya agar tiap tahun mencapai prestasi yang bertambah tinggi, setiap tahun ada peningkatan. Ini biasanya bagi mereka yang memiliki bisnis"

IKAN BANDENG
Adapun ikan bandeng dihubungkan sebagai perlambang rezeki karena dalam logat Mandarin, kata 'ikan' sama bunyinya dengan kata 'yu' yang berarti rezeki.

"Bandeng itu ikan. Artinya, tiap tahun ada lebihnya uang atau rezeki"

JERUK SANTANG
Melambangkan kemakmuran yang akan selalu tumbuh terus

"Supaya ada keuntungan yang besar dan terus-menerus"

*sumber kompas

Kamis, 04 Februari 2010

Marketing di Dunia Pendidikan


Banyak-nya lembaga pendidikan informal yang menyebar bak jamur di musim hujan "ada dimana-mana" dan memang dalam mendirikan suatu Lembang Pendidikan Informal tidak perlu birokrasi yang ngejelimet seperti kita mendirikan suatu Lembaga Pendidikan Formal, dimana hal itu perlu penyelerasan dengan Pemerintah. Mungkin ini salah satunya kenapa orang ber-bondong-bondong membuat Lembaga Pendidikan Informal atau biasa kita bilang dengan "kursus" dengan lulusan-nya memperoleh sertifikat sebagai bukti dia telah lulus atau mahir dalam suatu bidang tertentu...


Semakin maraknya lembaga training, tentu saja mempengaruhi pembagian
"kue" dalam arti customer, Lembaga Training harus dituntut mempunyai suatu ke-unikan atau per-bedaan dengan Lembaga Training yang lain-nya. Mencari ke-unikan harus menggali secara mendalam dari sisi internal, harus dibedah setiap ke-unikan yang ada, seperti produk, pelayanan, pengajar atau fasilitas, dan juga bisa diambil dari sisi eksternal, misalnya co branding dengan Vendor IT tertentu untuk menaikkan Brand suatu Lembaga Training...

Salah satu proses ter-penting yang juga perlu diperhatikan adalah bagaimana mengemas semua kelebihan yang kita punya menjadi sebuah campaign, suatu campaign yang unik, dimana harus mempunyai perbedaan dengan campign Lembaga Training yang lain. Berbicara mengenai campaign di dunia pendidikan, memang tidak bisa berharap terlalu banyak, tidak seperti campaign iklan produk tangible yang bisa menyerang kompetitor lain dengan garang-nya. Saya juga tidak tahu, mengapa di Industri Pendidikan
tidak ada sama sekali iklan yang membuat saya greget, apakah memang karena masih terikat norma pendidikan, saya juga tak tahu, tapi saya ter-pikir suatu ide bagi Lembaga Training untuk membuat suatu event yang sedikit menarik...

Event ini saya ambil dari sedikit modifikasi dari Promo suatu product tangible dimana dalam promo produk tersebut, menukar TELEVISI LAMA dengan TELEVISI BARU dengan merek yang dimiliki mereka... Nah kenapa Lembaga Training tidak berusaha membuat hal yang sama. Misalnya
"Tukarkan Sertifikat Lama dengan Sertifikat Baru" atau "Kami Hargai Sertifikat Lama Anda Rp 500.000 Jika Lulus Ujian Sertifikat Kami"

Dengan tema seperti ini, customer yang sudah ke grab oleh Lembaga Training akan tertarik, dan tebak... Lembaga Training yang lain akan ketar-ketir dengan promo ini, apalagi jika Promo ini tidak dijalankan sendiri, dalam arti melibatkan pihak eksternal, seperi dari SWASTA melibatkan Industri yang siap menampung lulusan yang lulus, dari PEMERINTAH melibatkan departemen DIKTI agar sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga Training tersebut dapat diakui. Jadi pengakuan yang didapat oleh lulusan kita diakui oleh Lembaga Pemerintah dan Industri sebagai USER Lulusan kita, bahkan kalau perlu undang MURI untuk memecahkan REKOR pengambilan sertifikat terbanyak di Indonesia...

Recognation dalam Dunia Pendidikan hal yang terpenting, jika tidak memiliki Recognation dari Eksternal maka jangan harap orang akan percaya dan mau membeli modul Anda.. Seberapa bagusnya produk Anda, tanpa RECOGNATION sia-sia lah Anda melakukan Iklan

Selasa, 20 Oktober 2009

Bisakah dijadikan sumber penghasilan?


Wew!
saya terus terang kaget juga neh melihat iklan di atas, tidak tanggung-tanggung, iklan ini dimuat di Surat Kabar Harian KOMPAS, Sepertinya Indonesia semakin serius dan berani dalam memberantas pembajakan..

Oke!
saya tidak akan panjang lebar ngebahas mengenai pembajakan, tapi hadiah uang Rp 50 juta bagi pelapor terus terang menjadi daya tarik tersendiri (jika itu benar - red) karena kalau kita perhatikan, ada * (tanda bintang - red) pada angka Rp 50 juta, yang artinya adalah syarat dan ketentuan berlaku. Secara saya juga bergelut di bidang marketing, saya sedikit parno melihat tanda bintang, baik pada harga maupun pada pelayanan dan discount di media cetak :D

Yah!
Tapi saya hanya berpendapat disini, jika teman-teman ada yang ingin mencoba kenapa tidak? Mungkin bisa dijadikan sebagai pendapatan sampingan, saya kan hanya memberikan alternatif saja :D

* saya masih sedikit bingung dengan pengertian kata bagi pelapor perusahaan pengguna :-/
* gambar diambil dari koran kompas tanggal 14.10.10

Minggu, 04 Oktober 2009

Antara Mama Lauren, SBY dan Gempa

Sebelum-nya saya panjat-kan doa kepada Uda, Uni, Ninik Mamak, Datuak Nagari di Ranah Minang, Tanah Nan Gadang, Nagari Nan Elok, Nagari dimana darah saya ber-asal.. Semoga tabah dalam menjalankan cobaan Allah SWT.. Marato hati denai mandanga musibah...
Berbagai bencana melanda Negeri Tercinta, dari Gempa, Tanah Longsong, dan Banjir, seperti tak abis cobaan yang diterima... sekelumit pembicaraan pagi dengan rekan kantor membuat saya menjadi *susah diungkapkan dengan kata-kata, tapi saya berpikir "dueh nih orang kasian banget sih!" hehehe masa bencana yang dialami oleh Indonesia dikaitin dengan terpilih-nya SBY sebagai Presiden RI, katanya sih berdasarkan ramalan Mama Lauren "jika kembali SBY terpilih menjadi Presiden maka Indonesia akan tertimpa bencana..."

Dueh... apakah sudah tidak ada lagi pemikiran normal mengenai bencana yang dialami Indonesia, kenapa selalu dikaitkan dengan hal-hal klenik mengenai segala tragedi yang ada. Apakah nalar kita sebagai manusia sudah hilang! Apakah kita sudah tidak lagi percaya bahwa ada yang yang Maha Kuasa atas segala sesuatu! Apakah logika kita sudah hilang tak berbekas!

Setidak-nya bencana yang dialami dijadikan sebagai bahan evaluasi diri, apakah memang kita sudah mulai serakah untuk diri sendiri, apakah kita sudah tak peduli lagi dengan sesama, apakah kita tak lagi menghiraukan lingkungan sekitar kita? Coba tanyakan kembali kepada diri kita... apakah kita masih bisa dibilang manusia, kalau kita sudah kehilangan rasa kemanusiaan? apakah kita masih bisa dibilang manusia kalau kita masih sanggup menindas orang kecil dibawah kita! Mungkin memang bencana yang dialami Indonesia sebagai sarana mengembalikan rasa kemanusiaan, rasa peduli kepada sesama, rasa kemanuasiaan yang sudah mulai hilang, yang ada hanya rasa egoisme diri sendiri! Dari pada kita berpikir bahwa bencana ini merupakan repleksi kemurkaan Tuhan karena SBY menjadi Presiden RI, kalau memang karena SBY menjadi Presiden, kenapa bukan Istana Negara saja yang terjadi Gempa? kenapa mesti Rakyat yang tak bersalah menjadi korban! Jadi harap berpikir jernih dalam menyikapi setiap kejadian.

Dan tulisan ini, juga tulisan Ketika Otak & Mental Menjadi Kerdil, dan saya sangat menyesal dengan bahasa-nya yang kasar, tapi tidak ingin saya hapus, semoga tidak terjadi lagi ketika saya hilang kendali (ketika membaca-nya saya merasa tidak mengenal diri saya sendiri - red) bukan sarana untuk membela Bapak SBY, tapi tulisan ini merupakan kecintaan saya kepada Indonesia...

* saya masih bisa ber-syukur karena saudara saya yang tinggal di Padang tidak tertimpa bencana...

Rabu, 30 September 2009

Ketika Mental & Otak Menjadi KERDIL!


Ketika seseorang tidak lagi mampu menghargai diri dia sendiri, maka orang tersebut sudah tak lagi pantas hidup!

Obama menghadap Tuhan, dia tanya 'kapan Amerika makmur?'. Tuhan jawab 10 thn lagi. Obama pergi & nangis. Gantian Ratu Elizabeth tanya 'kapan Inggris makmur?' Tuhan jawab 20 thn lagi. Ratu Elizabeth pergi & nangis. Giliran SBY nanya 'kapan Indonesia makmur?? 'Kali ini Tuhan yg pergi sambil nangis..

Entah kenapa akhir-akhir ini saya sering sekali menerima MESSAGE blast dari Y!M mengenai LELUCON yang dianggap LUCU oleh sebagian teman saya. Tapi sayangnya saya menganggap hal tersebut tidak lucu, tapi menyakitkan. Lelucon yang tidak pantas untuk dikirimkan oleh orang yang notebene adalah WARGA NEGARA INDONESIA, dan tentu saja ber-PENDIDIKAN TINGGGI, tapi TIDAK MEMILIKI OTAK dan ber-MENTAL KERDIL!

Bagaimana bangsa ini bisa maju dan sejajar dengan bangsa yang lain, kalau masayarakatnya sendiri selalu meganggap rendah kemampuan Bangsa ini untuk maju, selalu beranggapan kalau Negara Indonesia itu tidak akan pernah maju! MONYET... pergi aja loe ke laut kalau emang loe tidak merasa yakin dengan bangsa ini. Cari kerja aja loe ditempat lain dan jangan pernah tinggal di Indonesia. Lain kali kalau kirimin lelucon PAKE OTAK dong! jangan PAKE DENGKUL. Loe tau gak sapa yang bikin lelucon kayak gini? mungkin aja lelucon ini dibikin sama orang yang bukan Warga Negara Indonesia yang sengaja menjadikan Indonesia sebagai bahan OLOK-OLOKAN. Jadi jangan salahkan kalau Negara lain menganggap sebelah mata, karena kelakuan sekelompok orang GOBLOK yang mau di GOBLOK-GOBLOKIN kayak loe...

PANTESAN aja Indonesia GA BISA MAJU, ternyata masih ada orang OTAK dan MENTAL KERDIL kayak loe HIDUP di INDONESIA, disaat berbagai kebudayaan dan masakan Indonesia sedang diklaim oleh Bangsa lain, loe bukannya berbuat sesuatu yang bermanfaat, eh malah loe kirim LELUCON GOBLOK loe ini!

Jadi laen kali PIKIR PAKE OTAK KERDIL loe, percuma sekolah tinggi sampe S1 trus S2 kalau untuk hal kayak gini aja OTAK loe GAk MAMPU MIKIR! DASAR BENGA!

Maaf jika KATA-KATA saya KASAR, tapi Anda telah MENYAKITI perasaan saya sebagai WARGA NEGARA INDONESIA yang CINTA INDONESIA. Eh, Orang kayak gini bisa gak yah dituntut secara hukum ke Pengadilan?